​Hasil Survei Harga Kaos Jogja

Posted: Agustus 14, 2016 in Jalan-jalan

Yogyakarta atau yang biasa kita sebut Jogja saat ini adalah salah satu destinasi wisata populer di Indonesia. Selain menjual wisata budaya, keraton, candi, alam, dan kuliner, Jogja juga menjadi sentra cinderamata berupa berbagai jenis kerajinan tangan, serta yang paling laris berupa batik dan kaos. 

Saya sedang berlibur ke Jogja bersama seorang teman kerja yang berstatus ibu-ibu doyan belanja. Hasil dari keluar masuk toko batik dan kaos serta berkelana di jalan Malioboro, saya dapat menyimpulkan bahwa harga kain batik (bahan) maupun pakaian batik jadi bervariasi, ada rupa ada harga. Beda merk beda kualitas kain, warna, corak, maupun jahitan. Lebih baik dibanding-bandingkan dengan toko sebelah sebelum memilih. 

Lain halnya dengan kaos. Kaos khas Jogja yang populer pertama kali adalah merk Dagadu, dengan sablonan bertuliskan kata-kata maupun kalimat unik dan lucu. Setelah itu bermunculanlah merk-merk lain dengan kualitas dan harga yang bervariasi. Jika untuk kualitas kaos kita beri penilaian dari A sampai E, berikut ini adalah variasi harga yang kami dapatkan untuk dijadikan standa​r harga kaos dewasa dan di mana tempat membeli yang murah. Kaos termahal dengan kualitas bagus (jahitan rapi dan bahan halus) saya asumsikan bernilai A, seharga sekitar 50-60 ribu bisa ditemukan di sekitar jalan Malioboro maupun sentra kaos merk terkenal (yang katanya asli). Mahal karena merk atau karena orisinalitas. Sedangkan kaos termurah saya temukan di area pintu keluar Candi Prambanan, hanya 15 ribu/buah, untuk kualitas E+ yang sedikit lebih baik dibanding kaos partai saat menjelang pemilu. Untuk nilai Berikutnya nilai B+ saya berikan kepada merk JR yang berbahan halus dan tebal dan saya dapatkan seharga (pas) 35 ribu di Malioboro. Kualitasnya mirip kaos suvenir dari Universal Studio Singapura. Nilai B saya berikan untuk kaos-kaos merk CP baik yang sablon maupun bordir dengan harga sekitar 35 ribu juga (mungkin masih bisa ditawar 100 ribu dapat 3), banyak dijual di sepanjang jalan Malioboro. Nilai C+ saya berikan untuk merk JM yang dibanderol seharga 30 ribu (satuan, dijual lebih murah jika beli puluhan), tokonya ada di jalan Dagen, Malioboro, bahan halus tapi lebih tipis dibandingkan merk JR. Lalu nilai C untuk merk OB yang sayangnya dijual kemahalan, yaitu 50 ribu/buah di daerah Suryoputran (sejalur jika naik becak putar-putar dari Malioboro-keraton-batik/kaos-bakpia). Kaos di toko yang sama, yang dijual 25 ribu/buah pun kualitasnya setara D bagi saya. Ah, lebih baik mengubek-ubek kaos di jalan Malioboro. Apalagi sekarang kebanyakan para pedagang kaos sudah mematok harga pas, tidak perlu repot menawar lagi. 

Kalau jalan-jalan di seputaran Malioboro akan ada banyak tukang becak yang menawarkan tumpangan ke sentra batik dan kaos di daerah Suryoputran hingga ke sentra bakpia dan tidak lupa mampir ke Keraton Yogyakarta hanya dengan 10 ribu perak bolak balik. Murah. Tapi untuk beli oleh-oleh kaos, yang termurah saya dapatkan di kawasan Candi Prambanan (sore menjelang tutup), yang kedua di kawasan Malioboro. Untuk pakaian batik anak-anak berbahan tipis dan dingin seperti kain bali, di daerah Suryoputran saya terlanjur membeli seharga 40 ribuan. Padahal barang yang sama dijual hanya seharga 15 ribu di Prambanan. Entah memang harganya segitu atau karena penjualan sepi saat bukan musim libur sehingga para pedagang suvenir di Candi Prambanan banting harga. Sore hari menjelang Candi Prambanan tutup, gantungan kunci dan gelang tali dijual seharga 1 ribu, sendal-sendal Jogja dan kalung-kalung aksesoris dibandrol hanya 10 ribu. Bahkan hiasan mobil-mobilan dan helikopter kayu ditawarkan hanya 5 ribu perak!

Kembali bicara soal kaos Jogja, saya belum menemukan kaos katun tipis dan dingin seperti yang biasa ditemukan di distro atau toko-toko terkenal di mall. Biasanya kaos bagus di mall memiliki kisaran harga dari 89 ribu sampai 249 ribu. Jika ingin kaos Jogja yang murah tapi bagus, sebaiknya banding-bandingkan aja dari satu penjual ke penjual lainnya. Beda merk, beda standar harga. Merk yang sama bisa jadi dijual beda harga. Kadang sudah capek-capek nawar di satu penjual, ternyata dijual lebih murah di tempat lain. Intinya kalo mau murah, harus usaha. 

Komentar ditutup.