Trans Jakarta

Posted: September 22, 2013 in Jalan-jalan

TJ

Ini adalah cerita pengalaman pertama saya menumpang Trans Jakarta (TJ) sendirian dari sudut pandang saya sebagai rakyat jelata dari pedalaman Kalimantan.

Beberapa waktu yang lalu saya ke Jakarta untuk mengikuti simposium di sebuah hotel ternama di daerah Gatot Subroto. Supaya irit, saya menginap di hotel yang tarifnya lebih terjangkau di Jl.Sabang, Jakarta Pusat. Cukup jauh dari tempat simposium, tapi masih bisa dijangkau dengan 1 kali naik TJ.

Menggunakan TJ cukup nyaman karena ber-AC dan murah, hanya Rp.3.500,00 sekali jalan, tapi harus dibarengi dengan kekuatan kaki untuk berjalan jauh. Dari hotel saya harus berjalan kaki sekitar 100 meter melewati gang di sebelah hotel yang tembus di samping Wisma Mandiri Jl.M.H.Thamrin. Setelah itu berjalan kaki lagi sekitar 100 meter sampai ke jembatan penyeberangan TJ. Halte busway (TJ) berada di tengah-tengah pembatas yang memisahkan lajur jalan raya yang berlawanan arah. Naik-turun jembatan penyeberangan totalnya juga hampir 100 meter jalan menanjak dan menurun, ditambah lagi harus berdiri di dalam bus TJ. Meski hampir tiap menit ada bus TJ yang tiba, armadanya hampir selalu penuh, terutama di jam-jam berangkat dan pulang kantor. Di bus TJ, cewek-cewek cenderung memilih ‘gerbong’ bagian depan dari 3 pintu yang tersedia. Namun di beberapa halte tertentu hanya bisa keluar masuk lewat pintu tengah. Jadi harus memperhatikan masuk TJ lewat pintu yang mana.

Sampai di halte busway di Jl.Jend.Soedirman yang paling dekat ke lokasi simposium, saya harus melewati jembatan penyeberangan lagi, kemudian berjalan kaki lagi dari pintu belakang kompleks hotel tersebut sejauh hampir 200 meter ke lobi hotel yang sebenarnya lebih dekat ke Jl. Gatot Subroto. Belum lagi dari lobi sampai ruang simposium jaraknya cukup jauh ke dalam hotel. Benar-benar olah raga pagi. Maklum di kampung biasanya ke mana-mana naik sepeda motor. Jadi nggak pernah jalan kaki lebih dari 200 meter. Jika dihitung pergi dan pulang dari simposium, ditambah jalan-jalan di mall, saya pasti sudah mencapai 10.000 langkah jalan kaki dalam sehari. Hehehe..

Jika memahami peta jalur busway dan transportasi umum lainnya di kota-kota besar, sangat gampang untuk berkeliling kota dengan biaya murah. Yang penting kita tahu di mana kita berada dan lokasi yang ingin kita tuju. Kita bisa transit dan berganti-ganti armada atau jurusan di halte-halte transit, atau pindah ke halte lain di pinggir jalan menunggu bus biasa, taksi, bajaj, atau ojek. Kerugiannya hanya sulit membawa banyak barang, lebih capek, dan makan waktu. Sebaliknya dengan taksi argo tentu lebih nyaman, hanya saja lebih mahal; dan jika terjebak macet juga cukup merugikan (waktu dan biaya).

Di Kuala Lumpur, sarana transportasi massa dilayani oleh monorel dan kereta LRT. Untuk menuju halte monorel (yang berada di atas jalan raya), kita juga harus naik-turun tangga, tapi tidak sejauh dan secapek naik jembatan penyeberangan halte busway. Bahkan di beberapa halte monorel KL tersedia eskalator. Di Singapura malah lebih nyaman lagi. Stasiun-stasiun kereta MRT yang kebanyakan berada di bawah tanah atau di bawah mall selalu dilengkapi eskalator. Pilihan bus kota yang nyaman dan murah juga selalu tersedia. Bahkan di Singapura tersedia peta jalur transportasi umum yang mencakup ke seluruh sisi kota. Peta ini juga tersedia dalam bentuk aplikasi ponsel sehingga jauh lebih memudahkan.

Mudah-mudahan setelah ada monorel nanti, transportasi massa di Jakarta akan menjadi jauh lebih mudah, murah, cepat, dan nyaman. Yang penting Pemda menyediakan peta gratis di setiap halte/stasiun untuk dibawa pulang. Keamanannya pun harus ditingkatkan dengan menambah petugas yang berjaga dan pengawasan kamera CCTV. Masyarakat tentu akan beralih ke sarana transportasi umum, sehingga kemacetan akan jauh berkurang.

Follow @raiyaroof via twitter

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s