Mauli Sang Paskibraka

Posted: Agustus 16, 2013 in Cerita Mini (fiksi)

“JALAN DI TEMPAAAAT, GERAK!” Mauli mengomandoi dirinya sendiri dalam hati. Secarik kain lusuh yang terlipat rapi di atas kedua telapak tangannya ia angkat tinggi-tingi di depan dada. Debu beterbangan di sekitar kakinya, sedangkan terik matahari telah membakar ubun-ubunnya. Kulit wajahnya yang kecoklatan tampak mengkilap dan mulai dibasahi oleh bulir-bulir keringat.
Tanggal 17 Agustus sudah dekat. Ia bertekad untuk berlatih dengan lebih giat agar dapat menjadi anggota Paskibraka. Dari hari ke hari ia mempraktekkan sendiri adegan demi adegan pengibaran Sang Saka Merah-Putih seperti yang ia tonton di televisi. Hari Kemerdekaan RI harusnya disambut dengan gegap-gempita oleh seluruh Warga Negara Indonesia, tidak terkecuali Mauli, meski gadis itu baru berusia 9 tahun. Dari kakeknya ia telah mendengar puluhan cerita perjuangan para pahlawan kemerdekaan. Ia sangat mengagumi pengorbanan mereka.
Mauli memutar tubuhnya dengan kaku lalu bergerak seolah-olah sedang menuruni tangga seusai menghadap Bapak Presiden. Hatinya membuncah membayangkan wajahnya terus disorot ratusan kamera yang menyiarkan upacara itu secara langsung ke seluruh pelosok negeri.
Sekelompok anak laki-laki tiba-tiba datang dengan riuh. Seseorang meneriakinya, “Hei, Mauli! Kalau ingin jadi Paskibraka, tumbuhkan dulu kakimu yang kecil sebelah itu!” Tawa mereka pecah.
Mauli mematung. Air mata mulai menggenang di pelupuk matanya. Ia lalu berbalik dan berlari pulang dengan tertatih-tatih.

Follow @raiyaroof via twiter

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s