Tiara Tiara

Posted: Mei 9, 2013 in Cerita Mini (fiksi)

Tiara. Gadis kecil itu tersenyum lebar menyambutku. Wajahnya memutih, hampir kehabisan sel darah merah untuk membuatnya tetap bertahan hidup. Sumsum tulangnya diinvasi sel darah putih yang terus menggerogoti tubuh kecilnya, mengisi pembuluh darahnya hingga ke pelosok kapiler yang teranyam di bawah kulitnya. Tubuhnya melemah, namun sinar matanya tak pernah surut. Kukeluarkan bidak-bidak halma, lalu ia membariskannya dengan penuh semangat. Kami larut dalam gelak tawa yang hanya ia dan aku pahami sebabnya. Tanpa kata-kata penggelora, bahkan tanpa pernah ia sadari, ia menyemangatiku dengan ketegarannya. 2 tahun kemoterapinya hanya menyisakan selapis kulit kepala yang licin dan sesosok tubuh kurus yang tersamarkan oleh edema akibat kortikosteroid yang ditelannya setiap hari tanpa banyak mengeluh. Ia adalah makhluk paling sabar yang penah kutemui. Ia tabah menjalani setiap penderitaannya tanpa mengucapkan tanya. Pengobatannya gagal. Ia kalah melawan leukemia yang diidapnya sejak usia 5 tahun.

Aku mengelus ubun-ubunnya, masih hangat, seraya membayangkan kedua tanganku sedang memasangkan sebuah tiara imajiner di puncak kepalanya. Ia pernah membisikkan impiannya kepadaku. Jika besar nanti, ia ingin memenangi kontes kecantikan dan dianugerahi sebuah tiara cantik bertaburan permata yang bekilau-kilau. Jika besar nanti. Setelah ia sembuh dan rambutnya tumbuh kembali. Jika..

Selamat jalan Tiara. Beristirahatlah dalam damai. Sampai bertemu kembali suatu hari nanti.

Follow @raiyaroof via twitter

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s