Visit Malay Peninsula (prekuel part 2+1/2)

Posted: Maret 3, 2013 in Jalan-jalan

Cek part 2 di sini

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu tiba. Kita akan segera berangkaaaat!!!

2 hari sebelum berangkat, tagihan kartu kredit centil si Debe datang. Seperti sudah kita tahu sebelumnya bahwa CC BCA-nya sudah hampir over limit, jadi dia mengandalkan CC BII yang dia dapat karena apply di promo BII pas seminar dokter bedah di Jakarta beberapa bulan yang lalu. Kami sudah beli tiket Universal Studio, bayar deposit hostel di 3 kota yang akan kami kunjungi, dan tiket bus Melaka-Singapura (yang sering kehabisan klo nggak beli jauh-jauh hari) dengan pembayaran menggunakan CC BII-nya. Gilanya, tagihannya membengkak gara-gara BII menggunakan kurs yang lebih mahal Rp.250/SGD dibanding situs resmi Bank Indonesia. Jadinya, harga tiket U Studio kami melonjak jadi Rp.598rb! Ok lah, kami cuman bisa menghela napas lalu mengucapkan ‘berelaan’ (ikhlaskan aja – dalam bahasa Banjar).

Singkat kata, setelah tiba di Soeta barulah kami mencari money changer untuk membeli MYR (Malaysia Ringgit). Untuk SGD (Singapore Dollar) Ifit sudah mendapatkan SGD 250 sisa ibunya yang habis jalan-jalan di Sg, dan Debe sudah membeli banyak SGD di Jambi (kemudian menjual SGD 200 ke Ifit dan SGD 100 kepada saya sesuai dengan harga kurs BCA). 300 SGD lagi rencananya saya akan membeli langsung dari teman Debe yang bekerja di Sg. Kalau beli di money changer di bandara, jauh lebih mahal, apalagi di money changer di Sg, IDR jatuh banget! Kalau uang bekal kurang, bisa ambil di mesin ATM di sana dengan debit card Mandiri yang ‘katanya’ dengan logo PLUS biaya transaksinya lebih murah.

Lucunya, dari total MYR 300 bekal saya ke Malaysia, saya membeli di 3 tempat dengan harga berbeda-beda. Seharga Rp.3.240/MYR di MC Banjarmasin, Rp.3.400/MYR di MC bank Mandiri Terminal 2 Soeta, dan Rp.3.300/MYR di MC lt.dasar Terminal 2 Soeta (padahal kurs valas tetap sama sejak penutupan bursa Jumat sore sampai Senin pagi). Mudah-mudahan uangnya cukup untuk hidup 3 hari di Malaysia. Apalagi malam sebelum berangkat, Debe memberitahukan bahwa Atuk-atuknya di KL mau meminjamkan mobil+sopir untuk kami. Saya dan Ifit sampai shock karena baru tahu kalau Debe punya hubungan darah dengan beberapa orang penting di MY!!! *Mudah-mudahan benar terjadi, ya Tuhan. Saya pengen foto dengan salah satu kolega Atuk(kakek)-nya dan memamerkannya di sini, hehehe…*

Saat ini kami bertiga sedang ‘menggelandang’ di Terminal 3 Soeta, dari nongkrong di Starbuck berjam-jam, mondar-mandir mati gaya di lantai dasar, sampai akhirnya nongkrong ruang tunggu dekat Airport Media Network (tempat ngecharge hp gratis) di lantai atas. Bayangin aja, berangkat ke bandara di Banjarmasin subuh-subuh, boarding Air Asia baru lepas magrib entar sore *urut kening* (demi murah dot com)! Buang waktu? Sepertinya, sih, begitu. Tapi saya selalu percaya, di balik segala kesusahan dan ketidaknyamanan yang kita alami, pasti ada pengalaman yang bisa dipetik (Duh, sok bijak).

Udah makan dan p*p, sekarang kami sibuk menahan kantuk sambil mengotak-atik hp masing-masing. Fiuhhh…

*Toleh kanan, ada yg pacaran sambil saling elus kepala; toleh kiri ada yg saling menggenggam tangan dan ngobrol sambil tertawa bahagia dengan wajah berdekatan dan saling tatap dengan penuh arti, lihat ke depan malah ada sepasang bule muda & cakep lagi pecking (cari sendiri artinya)! Eh, lama-lama pasangan bule ini malah cuddling dan pangku-pangkuan! *tepok jidat* (akhirnya ngetawain 2 mas-mas yang ketiduran, salah satunya naruh kedua kaki di atas sandaran tangan kursi temannya, dekat muka! Hiiii)*

*Oh ya, mendengar gaung pengumuman/panggilan untuk beberapa penumpang yang dibacakan namanya karena belum tercatat naik ke pesawat, muncul ide iseng kami untuk melakukan check in online pesawat Air Asia KL-Penang yang sebenarnya batal kami tumpangi. Pasti petugas akan sibuk memanggil-manggil nama kami dan mencari sampai ke depan ruang tunggu, dan penerbangan mungkin tertunda beberapa menit! Hihihi *evil grinn*. Tapi nggak lah, takut dosa karena menzalimi orang lain. Hehe*

Follow @raiyaroof via Twitter

Komentar
  1. mina mengatakan:

    Siapakah Datuk-datuk itu?
    Luar biasa ini rencana perjalanannya ya, kami kemaren gak memasukkan Universal Studio ke itinerary karena overbudget. Walau sesampai di Sing, tetap ke Sentosa Island…… jalan kaki hahahah. Yang penting sudah ke sana dan berfoto di depan Universal Studionya :p akan diulang lagi nanti khusus ke Universal aja kalo ada uang.
    Anyway, lupa bilang, seharusnya perjalanannya itu dari Malaysia ke Singapura, jangan SIngapura ke Malaysia, karena kalo Sing dulu baru Malaysia, jadi agak depresi heheheh, terutama kalau menggunakan public transport.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s