Visit Malay Peninsula (prekuel part 1)

Posted: Februari 18, 2013 in Jalan-jalan

Cabin-Approved.jpg

Ini adalah bakal cerita pengalaman pertama saya ke luar negeri.

Demi impian keliling dunia, saya harus berhemat agar bisa pergi ke lebih banyak negara dengan tabungan yang ada. Itupun perginya ‘nyicil’ dan kalau bisa ke 2-5 negara dalam satu trip, karena tiket PP ke Indonesia mahal. Selain itu, saya juga harus ‘menyeberang’ ke Pulau Jawa dulu, jadi butuh biaya ekstra. Saya pun memutuskan bahwa jalan-jalan bergaya backpacker bisa ditiru, seperti travel blogger ternama Indonesia: Duo Ransel & Trinity. Saya sanggup hidup susah saat jalan-jalan, dengan bonus dapat banyak pengalaman unik. Untuk perjalanan pertama, saya memilih negara-negara terdekat yang tidak membutuhkan visa dan kalau bisa, minimal dua negara sekaligus agar mendapatkan stempel keimigrasian lebih banyak di paspor, (konon) untuk modal jika suatu hari nanti ingin mengajukan visa ke negara lain yang lebih sulit dimasuki oleh rakyat jelata dari negara dunia ketiga seperti Indonesia.

Bersama Ifit dan Debe, dua partner in crime dalam hal ‘jalan-jalan pelit’, saya akan menjejakkan kaki di Malaysia dan Singapura dengan biaya penerbangan sangat murah. Tiga bulan sebelum keberangkatan kami memburu tiket promo Air Asia yang sedang merayakan ulang-tahunnya; Jakarta (CKG) – Kuala Lumpur (KUL) hanya Rp.888,- (tentunya plus biaya tambahan – kami menyebutnya jebakan betmen). Total hanya Rp.117.888,- per orang, tanpa bagasi. Kami memanfaatkan fitur hemat penerbangan Air Asia, yaitu membeli beberapa layanan pilihan sesuai kebutuhan (tidak butuh bagasi maka tidak perlu membayar biaya bagasi). Agar bawaan kami bisa dibawa masuk kabin, kami harus mengikuti aturan ukuran tas maksimal yang diperbolehkan. Kami pun membeli ransel 45L agar ringkas dan ringan. Bawaan minimal dan tidak ada niat untuk beli suvenir dan oleh-oleh, dan pastinya tidak terima titipan. Tanpa bagasi terdaftar, kami bisa menghemat waktu karena tidak perlu mengantri di tempat pengambilan bagasi.

Sambil mengumpulkan informasi tempat wisata di Malaysia dan Singapura, saya mengusulkan bahwa kami harus mampir ke Penang, salah satu kota situs warisan dunia versi UNESCO. Kebetulan Debe menemukan tiket pesawat promo Kuala Lumpur – Penang hanya Rp.110.00,- per orang. Tanpa pikir panjang, kami pun membelinya. Ifit pun menambahkan bahwa kami juga harus mampir ke Melaka yang juga kota situs warisan dunia. Dari info yang dia dapat di internet, ada seorang pengelola hostel keturunan Al Banjari – tokoh ulama di Kalimantan Selatan ratusan tahun yang lalu – di Melaka. Mungkin kami akan mendapatkan kemudahan di sana karena kami semua pernah tinggal di Banjarmasin dan fasih berbahasa Banjar.

Namun ternyata eh ternyata, setelah mempelajari peta, kami baru menyadari bahwa Penang berada di luar jalur Kuala Lumpur – Singapura. Berlawanan arah! Padahal rencananya kami akan naik bus dari Malaysia ke Singapura. Bertiga kami ternyata bukan hanya partner in pelit tapi juga partner in dodol! Jika ingin ke Penang dan Melaka maka akan banyak buang waktu dan tenaga. Dengan alternatif lain pun, jika ingin tetap ke Penang kami harus mencari tiket murah Penang-Singapura – yang tidak berhasil kami dapatkan. Setelah perdebatan panjang, akhirnya kami putuskan untuk membatalkan trip ke Penang dan merelakan tiket Kuala Lumpur – Penang yang sudah terlanjur dibeli, hangus. Tiket bus Kuala Lumpur – Melaka dan Melaka – Singapura akan kami beli di sana.

Berhubung saya tinggal di pedalaman Kalteng, tidak memiliki akses internet kecuali blekberi dan juga tidak memiliki kartu kredit, urusan browsing dan beli tiket online saya serahkan ke Ifit di Banjarmasin dan Debe di Jambi (kolaborasi antarpulau-antarprovinsi). Urusan itinerary pun saya serahkan kepada mereka berdua. Saya hanya sesekali memberikan pendapat. Dengan terus memantau akun-akun maskapai penerbangan LCC (Low Cost Carrier) di twiter, saya dapat dengan cepat memberitahukan mereka berdua jika ada promo tiket pesawat lagi. Alhasil kami juga mendapatkan tiket promo Jetstar Airways untuk pulang dari Singapura ke Jakarta. Tidak semurah promo Air Asia, namun kami tidak berhasil menemukan harga lain di bawah 58 SGD. Sayangnya tiket PP Banjarmasin-Jakarta lumayan mahal. Ditambah airport tax di setiap bandara yang kami singgahi, total saya harus mengeluarkan uang 2 juta rupiah hanya untuk ongkos penerbangan. Fewh!

-bersambung-

Follow @raiyaroof via twiter

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s