Traveler Wanna Be

Posted: Januari 3, 2013 in Jalan-jalan

Salah satu buku catatan traveler yang memberi inspirasi dan 'propaganda'Keliling dunia adalah satu dari sekian banyak mimpi besar saya. Kelihatan mustahil sih bagi orang kampung seperti saya. Tapi siapa yang tahu kan? Toh bermimpi itu gratis, dan tidak ada yang mustahil kalau kita yakin dan mau terus berusaha. Mungkin bukan satu trip selama setahun berkelana keliling dunia, hanya ke beberapa tempat bagus di tiap benua secara sporadik. Setidaknya saya pernah merasakan atmosfer lain di luar Indonesia, melihat dan merasakan budaya bangsa lain, serta mencicipi makanan khas mereka. Jalan-jalan ke luar negeri sudah menjadi satu obsesi buat saya.

Bagi masyarakat asli Kalimantan, khususnya di kampung saya, jalan-jalan ke luar pulau Kalimantan adalah sebuah hal yang mewah. Ongkos dari kabupaten ke kota Palangkaraya atau Banjarmasin saja sudah butuh biaya ratusan ribu rupiah, belum lagi tiket pesawat. Untuk jalan-jalan ke satu kota di pulau jawa selama 3-5 hari dibutuhkan uang hingga lima juta rupiah per orang. Selain untuk biaya transportasi dan akomodasi, tentu juga perlu biaya untuk belanja oleh-oleh. Bukan karena kelebihan uang, namun membagikan oleh-oleh untuk sanak saudara & teman sudah seperti budaya. Mungkin kasihan karena mereka belum punya kesempatan jalan-jalan.

Mata pencaharian masyarakat Kalimantan sebagian besar adalah PNS/Polisi dan petani, sisanya pedagang dan pengangguran. Jika dirata-ratakan (analisis ngawur saya), pendapatan mereka sekitar satu sampai tiga juta rupiah per bulan. Jangan lupa biaya hidup di Kalimantan lebih tinggi daripada di Jawa, sulit untuk menabung.Banyak juga anak Kalimantan yang kuliah di pulau Jawa, sebagian dari mereka mau bersusah-susah naik kapal laut demi menghemat biaya. Sebagian lagi pulang kampung hanya sekian tahun sekali, tergantung kemampuan ekonomi orang tuanya.

Di Kalimantan, lauk pauk seperti ikan dan ayam cukup berlimpah. Bahkan masyarakat menengah ke bawah pun terbiasa makan dengan lauk ikan, sebagian besar hasil tangkapan sendiri. Tahu dan tempe yang umumnya dijadikan lauk makan murah di Jawa, hanya jadi camilan bagi orang Kalimantan. Makanya biaya hidup orang Kalimantan saat berada di Jawa cukup besar mengingat mereka terbiasa makan dengan lauk ‘mewah’ dan banyak.

Dalam beberapa tahun ini jalan-jalan murah ala backpacker mulai populer. Beberapa traveler berlomba-lomba menulis blog dan buku tentang jalan-jalan murah dan hemat. Sebagian bahkan melakukan ‘propaganda’ melalui media-media sosial, bahwa anak muda perlu jalan-jalan melihat dunia luar, mumpung masih kuat, mampu, dan punya waktu. Positifnya, mereka memotivasi anak muda untuk mulai bekerja dan lebih bersemangat mengumpulkan uang juga menabung untuk membiayai jalan-jalan.

Saya pun ikut terpengaruh. Puji Tuhan tahun lalu saya diberi kesempatan untuk jalan-jalan. Dua perjalalanan dalam setahun sudah cukup buat saya, walaupun hanya perjalanan domestik. Untuk tahun 2013 sudah ada rencana perjalanan yang masih dalam progres perencanaan. Saya, Debe, dan Ifit sudah membeli tiket murah Air Asia dan keroyokan menyusun itinerary perjalanan backpacking kami. Walaupun kami berdomisili dan bekerja di kota-kota yang terpisah sejauh ribuan kilometer, demi ada teman jalan-jalan kami pun sepakat untuk berkolaborasi. Jakarta akan menjadi titik pertemuan.

Via chatting di WhatsApp, kami membicarakan semua hal yang berhubungan dengan destinasi kami nanti. Termurah dan paling efektif menjadi prinsip dasar kami. Apalagi kami bertiga bisa dibilang tergolong ‘pelit’ dalam membelanjakan uang. Hehe. Dari pembicaraan serius sampai topik-topik konyol tercetus di perbincangan kami. Salah satu topik terhangat adalah tanggal jalan-jalan kami nanti jatuh pada fase mens dalam siklus haid kami bertiga. O’ow! Ribet adalah hal yang paling dihindari saat jalan-jalan, apalagi backpack traveling. Saya pun mencetuskan ide: mari minum pil KB untuk menunda haid! Debe langsung melontarkan merk pil KB bagus. Namun detik itu juga ia menambahkan: “Gila banget sampek minum obat!” Lalu Ifit menambahkan: “Kayak mau umroh aja.” Hahaha. (FYI soal pil KB, we are single, doctors, but we don’t do free sex, semua anak mami, kok. *kedip-kedip*). Yang jadi masalah adalah 3 orang ini sangat moody dan emosian, terutama pas lagi PMS. Gawat! Debe pun berdoa: “Semoga enggak berantem.” Let’s see.

Keterangan buat yang belum tahu:
Backpack = tas ransel
Backpacking = jalan-jalan praktis dan hemat dengan hanya memanggul satu tas ransel
Backpacker = orang yang melakukan backpacking

*Follow @raiyaroof via twiter

Komentar
  1. Angga mengatakan:

    hi saya juga dari kalimantan lho~tetep semangat ya !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s